 | Assalamua'laikum... | Apr 15, 2008 |
Salam hangat dari negeri nan indah Nanggroe Aceh Darussalam...
Tari Tarek Pukat merupakan salah satu tarian khas daerah Aceh, tarian ini menggambarkan aktifitas para nelayan yang sedang menangkap ikan dilaut. Tarek yang berarti Tarik, dan Pukat adalah alat sejenis jaring yang digunakan untuk menangkap ikan. Makna dari tarian ini adalah kebersamaan dan saling tolong menolong. Setiap wanita dalam tarian ini memegang tali yang satu sama saling sambung menyambung, dan kemudian terbentuk seperti jaring laba-laba.
Klik foto untuk melihat ukuran yg lebih besar
 ::Olahraga sambil menikmati alam:: yg  emank  thank's :: Sejuknya menusuk sukma :: Rabu, 3 Februari 2010 (Wahed, Jon Heri, Jonizar, Junaidi, Rinaldi, Jack Marvel & Lek Ramli). Tuk sementara kami menyebutnya Air Terjun Sukma (Suka Makmur, karena terletak di kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar), beberapa warga kecamatan setempat saat kami tanyai malah ada yang tidak tahu ada air terjun disana. Berawal dari ajakan Jonizar (Selasa, 2 Februari '10). Malamnya langsung ditindaklanjuti dengan briefing sambil ngopi disalah satu cabang Solong dLampeneurut... Haha...hihi...haha...hihi... list logistik & peralatanpun tuntas, dilanjuti dgn ripe sana ripe sini (15 rebon per org cukuplah buat beli ayam, snack, & tek2 bengek lainnya).
Sebuah perjalanan singkat, smoga memberi info yang bermanfaat...
 skali diperjalanan...  :: Bukit-bukit nan cantik ::  :: Naik turun lembah ::  :: Bercinta dengan alam ::   :: Nyaaaaannn....adem bener.... ::  Jamur-jamur indah tumbuh subur dikayu yang lapuk
 :: The Artchitect ::  Ulat berbulu seperti tanduk  Deru gemericik sungai nan sejuk  Masakan maknyus ala mas Joni Saleum Wahed dari Aceh Negeri Nan Indah di ujung Sumatera...
|  | Rabu, 3 Februari 2010 (Wahed, Jon Heri, Jonizar, Junaidi, Rinaldi, Jack Marvel & Lek Ramli). Tuk sementara kami menyebutnya Air Terjun Sukma (Suka Makmur, karena terletak di kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar), beberapa warga kecamatan tersebut saat kami tanyai malah ada yang tidak tahu ada air terjun disana. Berawal dari ajakan Jonizar (Selasa, 2 Februari '10). Malamnya langsung ditindaklanjuti dengan briefing sambil ngopi disalah satu cabang Solong dLampeneurut... Haha...hihi...haha...hihi... list logistik & peralatanpun tuntas, dilanjuti dgn ripe sana ripe sini (15 rebon per org cukuplah buat beli ayam, snack, & tek2 bengek lainnya).
::Saleum Wahed dari Aceh Negeri Nan Indah di ujung Sumatera...:: |
 Trek yang dilalui...asik dan menantang...
Saat tiba disana rasa lelah langsung buyar, gak nyangka aja (masih sekitaran Banda Aceh lebih kurang 1jam jalan kaki dari Lampuuk) ternyata disini ada tempat seindah Langee... Langee oh Langee... Aceh emang dangerously beautifulDibawah ini beberapa view di Langee...:  Langee Beach   Pirates of the Caribbean 
|  | Langee Nan Indah, Aceh Besar... yo mare mare... |
Pertumbuhan penduduk semakin pesat, kebutuhan sandang, papan dan pangan ikut melonjak. Akibatnya penebangan hutan, pembukaan lahan pertanian baru dan produksi sampah tak terbendung. Ilegal logging merajalela menggrogoti hutan pori-pori dunia, merusak ekosistem keberagaman flora dan fauna, tak sadar kita telah menyiksa alam. Tak ketinggalan pabrik-pabrik industri dan asap knalpot kendaraan ikut merusak lapisan ozon, tak sadar kita telah melukai alam. Pertambahan penduduk otomatis memacu produksi sampah, sungai-sungai yang dulunya jernih kini disesaki berbagai sampah manusia, tak sadar kita telah menyiksa alam. Apakah kita sedang menunggu hukuman dari alam. Suhu bumi meningkat, es dikutub terus mencair, kekeringan, banjir, kebakaran hutan, badai, tanah longsor selalu membayangi kita Melestarikan alam bukanlah fardhu kifayah yang bisa diwakili atau selesai bila ada yang mengerjakannya. Sepatutnya setiap manusia yang hidup dibumi sadar akan kelestarian lingkungan. Adalah mereka yang utama para pemegang kekuasaan dan pengambil kebijakan selalu pro lingkungan bukan sebaliknya ikut aktif dalam bisnis merusak lingkungan. Maka dari itu JANGAN PILIH Presiden, Gubernur, Bupati dan Caleg yang tidak Cinta Lingkungan. Mulailah mencintai lingkungan dari hal-hal kecil yang sederhana, tidak perlu muluk-muluk, menanam pohon, merawat pohon dan membuang sampah pada tempatnya merupakan wujud partisipasi nyata dari cinta lingkungan. CINTA LINGKUNGAN GAK PAKE TUNDA... ~Wahed~ ” Di hadapan hukum alam semua manusia sama ” (Dominitius Ulpian M) Hakim Romawi

Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini
|  | Jak Keuno Jak Keudeh...Jak Laju...:-) |
|  | Satu lagi destinasi wisata alam di Aceh Besar yaitu Waduk Keuliling, berjarak 35 km dari pusat kota Banda Aceh ke arah Medan, adalah waduk terbesar di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Waduk tersebut mampu menampung kurang lebih17 juta m3 dengan luas genangan 228 Ha dan cacthment area seluas 38,20 Km².
Dengan dibangunnya Waduk Keuliling areal persawahan di daerah irigasi Keuliling Hulu dan irigasi Keuliling Hilir dapat dikembangkan. Selain itu air dari Waduk Keuliling juga akan memasok kekurangan air di daerah irigasi Krueng Aceh Extention dan Krueng Aceh Jreue.
Selain fungsi utamanya sebagai penunjang sektor pertanian waduk ini juga memiliki pesona pemandangan yang indah di kaki pegunungan Bukit Barisan.
|
Ada sebuah iklan yang kusukai, yg lagi sering seliweran di TV, dibintangi oleh aktor senior yang tak diragukan lagi kapasitasnya dibidang ini yaitu Deddy "Nagabonar" Mizwar, ia mencoba memaknai "KEBANGKITAN" dengan caranya sendiri membuat sebuah iklan yang menurut aku sangat menggugah. Berikut petikannya:
:: BANGKIT ::
Bangkit itu susah... susah melihat orang lain susah senang melihat orang lain senang.
Bangkit itu "takut"... takut korupsi takut makan yang bukan haknya.
Bangkit itu "mencuri"... mencuri perhatian dunia dengan prestasi.
Bangkit itu "marah"... marah bila martabat bangsa dilecehkan.
Bangkit itu "malu"... malu menjadi benalu malu karena minta melulu.
Bangkit itu "tidak ada"... tidak ada kata menyerah tidak ada kata putus asa.
Bangkit itu "aku"... untuk negeriku.
~ Deddy "Nagabonar" Mizwar ~ Apa makna kebangkitan versi kamu? Silahkan tulis/isi komentar kamu... Terimakasih telah berbagi...salam
Sabtu, 24 Mei 2008 saat kami mengunjunginya, tempat ini masih jarang dikunjungi oleh umum kecuali orang2 dari desa terdekat itupun lumayan jauh dengan medan jalan tanah liat dan menanjak (jalan baru, susah dilewati dengan kendaraan low power apalagi dimusim hujan). Tidak ada sampah bekas makanan & minuman. Air terjunnya sungguh mempesona. Aku yakin tak lama lagi tempat ini akan banyak dikunjungi dan menjelma menjadi primadona wisata alam di Aceh Besar.

   
 | Neu cawoe bacut | |
 | Nilai manusia trletak pada sikapnya ilmu,iman dan amal merupakan teman sejati,sikap yg baik hakikat hidup BERMAKNA,adalah bahagia yg sesungguhnya ;Bersyukurlah akan ketidak sempurnaan mu,berhati2lah dalam kelengkapanmu,sesungguhnya,setiap langit ada atapnya, setiap telaga ada dasarnya. tak perlu memcari kekasih secantik BALKIS.jika diri tak seinda SULAIMAN, mengapa mengharap kekasih setampan YUSUF, jika kasih tak setulus JULAIKHA,mengapa mendambakan hidup seistimewa KHATIJAH, jika diri tak semurni RASULLULAH S.W.A.......... |
 | Kanalom@ Kruuu seumangat katroh teuka... teurimong geunaseh...
Targed@ dicopy ganti...sukses slalu... saleum keu rakan2...
Ranub mameh@ Sama2 beuh, jareung buka MP lawet nyoe:) teurimong geunaseh... lagak that card droeneuh, lagak leumah ata2 lon:) |
 | LATAR BELAKANG WAA (World Acehnese Association Sejarah (Background) : World Acehnese Association ( WAA ) yang lahir di Denmark pada Sabtu 17 November 2007 merupakan wadah silaturrahmi dan persaudaraan seluruh rakyat Aceh di seluruh dunia dalam upaya memajukan masa depan Aceh kearah yang lebih baik. WAA lahir setelah melalui proses diskusi yang panjang dengan komponen rakyat Aceh yang bermukim di luar negeri dan juga yang berada di Aceh. Kesepakatan dan konsistensi bersama yang tinggi dari rakyat Aceh di beberapa negara di dunia untuk melakukan berbagai usaha dan upaya demi terwujudnya masa depan Aceh yang lebih bermartabat, bebas, adil dan berdemokrasi tinggi sejajar dengan Community Internasional, serta memiliki Pemerintahan yang jauh dari mengkorupsi dan mengkebiri hak hak rakyat, dimana terdapat juga kewajiban penuh untuk menjunjung tinggi norma dan nilai-nilai HAM ( Hak Azasi Manusia ) adalah merupakan dasar dan alasan yang sangat kuat bagi kebangkitan WAA. Keberadaan dari semua elemen rakyat Aceh di berbagai Negara di Dunia yang menunjukan jumlah yang cukup signifikan setelah penandatanganan perdamaian damai antara Gerakan Aceh Merdeka dan Pemerintah Indonesia menunjukkan bahwa ini merupakan satu kekuatan baru yang di harapkan dapat membawa Aceh kearah yang lebih mandiri, sekaligus mampu menjadi jembatan bagi Rakyat aceh dalam upaya menjalin dan menyambung hubungan Rakyat Aceh dengan berbagai negara dan lembaga di Dunia bagi kemuslihatan dan kemajuan Aceh secara menyeluruh. Visi: Menuju Aceh yang lebih aman, damai dalam kontek tetap mempertahankan hak-hak rakyat Aceh untuk bisa berdemokrasi tinggi serta bebas dan merdeka demi tercapainya cita- cita Rakyat Aceh untuk dapat memiliki peradaban dimana bisa hidup maju dan sejahtera ( Tayyibatun wa rabbul ghafur ) sejajar dengan masyarakat Internasional di seluruh dunia. Misi : Peningkatan silaturrahmi dan juga kerjasama rakyat Aceh di seluruh dunia untuk kepentingan Rakyat Aceh. Menjalin dan memediasi kerjasama Rakyat Aceh dengan Negara-negara di dunia serta lembaga-lembaga internasional demi terciptanya perdamaian abadi dan kemajuan Aceh. Lambang : WAA memiliki lambang yang berbentuk peta Aceh, memiliki beberapa warna kusus dan di hiasi dengan 5 bintang berwarna kuning. Bagi kami hitam itu bermakna mengenang para syuhada dan pahlawan yang berkorban untuk Aceh, mirah merupakan lambang kebanggaan orang aceh, warna kuning merupakan lambang kebesaran Aceh dan hijau adalah tanah Aceh yang subur, sementara putih menggambarkan nilai-nilai suci dan bersih. 5 bintang melambangkan lima benua di dunia. Fejerritslev, Denmark Sabtu 17 November 2007 Hormat kami Tarmizi Age World Acehnese Association ( WAA ) http://nakasihmusic.blogspot.com/http://nakasih.blogspot.comhttp://www.waa-aceh.org/home/ |
 | LATAR BELAKANG WAA (World Acehnese Association Sejarah (Background) : World Acehnese Association ( WAA ) yang lahir di Denmark pada Sabtu 17 November 2007 merupakan wadah silaturrahmi dan persaudaraan seluruh rakyat Aceh di seluruh dunia dalam upaya memajukan masa depan Aceh kearah yang lebih baik. WAA lahir setelah melalui proses diskusi yang panjang dengan komponen rakyat Aceh yang bermukim di luar negeri dan juga yang berada di Aceh. Kesepakatan dan konsistensi bersama yang tinggi dari rakyat Aceh di beberapa negara di dunia untuk melakukan berbagai usaha dan upaya demi terwujudnya masa depan Aceh yang lebih bermartabat, bebas, adil dan berdemokrasi tinggi sejajar dengan Community Internasional, serta memiliki Pemerintahan yang jauh dari mengkorupsi dan mengkebiri hak hak rakyat, dimana terdapat juga kewajiban penuh untuk menjunjung tinggi norma dan nilai-nilai HAM ( Hak Azasi Manusia ) adalah merupakan dasar dan alasan yang sangat kuat bagi kebangkitan WAA. Keberadaan dari semua elemen rakyat Aceh di berbagai Negara di Dunia yang menunjukan jumlah yang cukup signifikan setelah penandatanganan perdamaian damai antara Gerakan Aceh Merdeka dan Pemerintah Indonesia menunjukkan bahwa ini merupakan satu kekuatan baru yang di harapkan dapat membawa Aceh kearah yang lebih mandiri, sekaligus mampu menjadi jembatan bagi Rakyat aceh dalam upaya menjalin dan menyambung hubungan Rakyat Aceh dengan berbagai negara dan lembaga di Dunia bagi kemuslihatan dan kemajuan Aceh secara menyeluruh. Visi: Menuju Aceh yang lebih aman, damai dalam kontek tetap mempertahankan hak-hak rakyat Aceh untuk bisa berdemokrasi tinggi serta bebas dan merdeka demi tercapainya cita- cita Rakyat Aceh untuk dapat memiliki peradaban dimana bisa hidup maju dan sejahtera ( Tayyibatun wa rabbul ghafur ) sejajar dengan masyarakat Internasional di seluruh dunia. Misi : Peningkatan silaturrahmi dan juga kerjasama rakyat Aceh di seluruh dunia untuk kepentingan Rakyat Aceh. Menjalin dan memediasi kerjasama Rakyat Aceh dengan Negara-negara di dunia serta lembaga-lembaga internasional demi terciptanya perdamaian abadi dan kemajuan Aceh. Lambang : WAA memiliki lambang yang berbentuk peta Aceh, memiliki beberapa warna kusus dan di hiasi dengan 5 bintang berwarna kuning. Bagi kami hitam itu bermakna mengenang para syuhada dan pahlawan yang berkorban untuk Aceh, mirah merupakan lambang kebanggaan orang aceh, warna kuning merupakan lambang kebesaran Aceh dan hijau adalah tanah Aceh yang subur, sementara putih menggambarkan nilai-nilai suci dan bersih. 5 bintang melambangkan lima benua di dunia. Fejerritslev, Denmark Sabtu 17 November 2007 Hormat kami Tarmizi Age World Acehnese Association ( WAA ) http://nakasihmusic.blogspot.com/http://nakasih.blogspot.comhttp://www.waa-aceh.org/home/ |
 | Ahlan wa sahlan yaa Ramadhan... |
 | RAMADAN MUBARAK...... Seulamat sambot / tunai poasa buleun suci Ramadhan... Payang umu, sihat tuboh, sentiasa dalam lindongan Allah Swt.  |
 | Ata katroeh ta cawo laju bacut.. |
 | @Freakhack ---> dah lama gak sempat update MP, sibuk kali Rey...u know lah...Senin ampe Minggu, pagi ampe sore gak pake libur...heek deh... |
 | Peuna pakat ta jak swiming2 u rubiah? |
 | sama2 Pak Wahidi.... pintar sangat dirimu meucanek-canek panton Aceh... Diriku tiada bisa. Jadi taqabbalallahu minna wa minkum. minal aidn wal faizin |
 | RANUP SIGAPU JAMPU NGOEN GAMBE... PEUDEUK LAM BATE KEU JAME TEUKA.... BUKOEN LEE SAYANG RANUB SILASEH… PUCOK MEUTINDEH URAM MEUPUTA…. MEUCEUREH HATE BAK LOEN MEUSUNDA... KADANG NA JANJI KAYEM MEURAWE... NYANG SAKET HATE ABA LOEN GASA...K ADANG CIT SINGOEH ULOEN HANA LE.. DI YOUMIL AKHE BEK JEUT KEU DESYA… BULEUEN PUASA JINOE KAABEH... KA JADEH SAMPE BAK UROE RAYA..... |
 | Sama-sama seulamat meu uroe raya peumeuah desya rayek ubit, haloh gasa, lahe baten ... minal aidil walfaizin.
|
 |
ranubmameh wrote on Sep 29, '08, edited on Aug 13, '09 |
 | Alhamdulillah pujoe keu Rabbi Hana trep lawi ka Uroe Raya Beureukat umu ngon sihat badan Hana trep jan kabeh puasa
Teurimong geunaseh kamoe ucapi Keu teungku Wahidi beusijahtra Nibak kamoe ucapan saban Seulamat taulan meu Uroe Raya
Meuah di hamba ampon bak rabbi Meunankeuh akhi Nabi neusabda Saleum meusyen kamoe intat Nibak keurabat di Amerika.
Wassalam.
|
| |